Dalam rapat kali ini bapak Dekan Fakultas Ushuluddin al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A., MLS. menekankan  ma’na Bersyukur, beliau menyampaikan sebuah kata sederhana namun memiliki makna dan dampak yang sangat luar biasa. Bersyukur menurut bahasa adalah suatu sifat yang penuh kebaikan dan rasa menghormati serta mengagungkan atas segala nikmat-Nya, baik diekspresikan dengan lisan, dimantapkan dengan hati maupun dilaksanakan melalui perbuatan. Bersyukur membuat hidup menjadi terasa indah, membuat yang sedikit terasa cukup, mengubah apa yang kita miliki menjadi lebih berharga, mengubah masalah yg kita hadapi menjadi hikmah yang bernilai.

Hidup akan terasa indah ketika di syukuri, tidak peduli itu adalah cobaan ataupun kenangan pahit, semua terasa indah bagi orang yang bersyukur. Maka tetaplah menjadi seseorang yang selalu mensyukuri dengan apa yang kita miliki sebab kita tidak pernah tahu sampai kapan kenikmatan itu akan dilalui. Bisa jadi ia cepat pergi, seperti angin yang berhembus dan berhenti tanpa permisi. Jangan menunggu bahagia untuk bersyukur tapi bersyukurlah agar hidup terasa bahagaia dan temukan cara bersyukur akan masalah-masalah yang ada dan semua itu akan menjadi berkah bagi kita yang selalu bersyukur… InsyaAllah…

Bersyukurlah, sebagaimana firman Allah :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim:7)

Beliau juga menerangkan tentang Amanah,Semua dari kita pasti mendapatkan amanah. Yang berbeda adalah sikap kita terhadap amanah yang dititipkan Allah subhanahu wa ta’ala itu. Ada yang sangat menjaganya, namun tidak sedikit yang lalai. Tulisan ini akan menjelaskan pentingnya menjaga amanah.

Amanah: artinya dipercaya atau terpercaya. Adapun menurut istilah aqidah dan syari’at agama, amanah adalah segala hal yang dipertanggung jawabkan kepada seseorang, baik hak-hak itu milik Allah subhanahu wa ta’ala maupun hak manusia kepada manusia yang lainnya, baik yang berupa benda, pekerjaan, perkataan, ataupun kepercayaan hati.

Memaknai amanah ini, ketika menafsirkan surat al Ahzab ayat 72, al Hafizh Ibnu Katsir membawakan beberapa perkataan sahabat dan tabi’in tentang makna amanah dengan menyatakan, makna amanah adalah ketaatan, kewajiban-kewajiban, (perintah-perintah) agama, dan batasan-batasan hukum.

Menjaga amanah, sebenarnya menjaga diri kita sendiri dari kepercayaan orang lain. Sekali saja, seseorang mengkhianati amanah, kesan tidak baik akan menancap kuat pada seseorang itu. Oleh karnanya penting dan wajib bagi kita untuk menjaga amanah.

Dalam rapat mingguan beliau menyampaikan  pentingnya keteladan, siapakah yang harus kita tladani? kita sebagai muslim harus meniru dan mencontoh kepribadian Rasulullah S.A.W. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS Al Ahzab ayat 21 yang berbunyi:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya ”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW suri teladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap rahmat Allah SWT dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS Al Ahzab:21).

Dengan mengutip maksud dari ayat Al Quran tersebut di atas beliau  mengatakan bahwa Perintah Allah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah adalah ditujukan kepada orang-orang yang mengharapan rahmat Allah, orang-orang yang yakin adanya hari akhirat, dan orang-orang yang selalu ingat kepada Allah. Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai Uswatun Hasanah, sudah pasti kita akan selamat di dunia dan akhirat.

Lebih lanjut beliau  menyampaikan bahwa Rasulullah SAW mempunyai sifat yang baik antara lain :

  1. Siddiq, Siddiq artinya jujur dan sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat bohong (kidzib) Rasulullah sangat jujur baik dalam pekerjaan maupun perkataannya. Apa yang dikatakan dan disampaikan serta yang diperbuat adalah benar dan tidak bohong. Karena akhlak Rasulullah adalah cerminan dari perintah Allah SWT.
  2. Amanah, Amanah artinya dapat dipercaya. Sangat tidak mungkin Rasulullah bersifat Khianat atau tidak dapat dipercaya. Rasulullah tidak berbuat yang melanggar aturan Allah SWT. Rasulullah taat kepada Allah SWT. Dan dalam membawakan risalah sesuai dengan petunjuk Allah SWT tidak mengadakan penghianatan terhadap Allah SWT maupun kepada umatnya.
  3. Tabligh,Tabligh artinya menyampaikan. Rasulullah sangat tidak mungkin untuk menyembunyikan (kitman). Setiap wahyu dari Allah disampaikan kepada umatnya tidak ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan walaupun yang disampaikan itu pahit dan bertentangan dengan tradisi orang kafir. Rasulullah menyampaikan risalahsecara sempurna sesuai dengan perintah Allah SWT.
  4. Fathonah, Fathonah artinya cerdas. Sangat tidak mungkin Rasul bersifat baladah atau bodoh. Para Rasul semuanya cerdas sehingga dapat menyampaikan wahyu yang telah diterima dari Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT maka sangat tidak mungkin Rasul itu bodoh. Apabila bodoh bagaimana bisa menyampaikanwahyu Allah.
  5. Beliau juga menyampaikan pentingnya kedisiplinan dalam semua aktifitas dalam lingkup umum khususnya di Fakultas Ushuluddin, Disiplin menjadi salah satu ilmu yang diajarkan dalam Islam. Disiplin sangat diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari, apalagi sikap disiplin sangat berpengaruh pada kesuksesan kita di masa depan. Islam adalah agama yang mengajarkan kelembutan tapi juga kedisiplinan. Sebagai contoh, waktu sholat fardhu yang mempunyai batasan waktu awal dan akhir sehingga setiap Muslim harus sholat tepat di waktu sholat yang telah ditentukan, jika tidak maka sholatnya dianggap tidak sah. Disiplin juga merupakan sifat orang yang bertakwa.

Menunda-nunda pekerjaan adalah hal yang paling sering dilakukan banyak orang. Rasa malas atau terganggu karena keasikan melakukan hal lain, seperti main game misalnya, jadi penyebab paling umum. Gawatnya, kalau sering menunda pekerjaan maka akibatnya bisa merembet ke hal lain. Kita bisa kena marah guru, atasan di kantor, orang tua, atau siapa saja yang kecewa dengan hasil kerjaan kita. Yang paling utama harus kita miliki adalah: niat dan tekad, disiplin, dan manajemen waktu. Sekadar niat tanpa disiplin hanya jadi mimpi. Oleh karena itu harus punya tekad kuat agar tetap fokus pada tugas yang harus diselesaikan.Biasakanlah menulis daftar yang harus dikerjakan, what to do list , agar manajemen waktu bisa berjalan dengan tepat.

Jepang, Korea, dan Cina bisa menjadi negara maju karena mereka mengembangkan budaya disiplin. Tak usah menunggu dan melihat orang lain, lakukan saja sekarang mulai dari diri kita sendiri, siapa tahu nantinya menular ke orang lain. Hasilnya, kalau semua orang Indonesia menerapkan manajemen waktu yang tepat, Insya Allah negara ini menjadi negara yang lebih baik.