Dalam pertemuan yang bertajuk Family Ghatring dihadiri oleh Civitas Akademik Fakultas Ushuluddin, bersama Dekan Fakultas Ushuluddin al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A, MLS ingin menyampaikan pentingnya untuk kita selalu berdo’a, mendo’akan dan minta Do’a, karena usaha kita berkaitan erat sekali dengan  seberapa banyak Do’a yang akan kita panjatkan kepada Allah S.W.T, orang bijak mengatakan : “Berdoa tanpa usaha sama artinya dengan bohong dan berusaha tanpa berdoa artinya sombong”.

Berdoa kepada Allah Swt adalah perbuatan mulia yang sangat penting untuk dikerjakan oleh orang Muslim. Berdoa tidak sekadar menyampaikan keinginan dan harapan seorang hamba kepada-Nya. Akan tetapi, berdoa juga merupakan perbuatan ibadah yang berpahala. Berdoa juga merupakan perintah dari Allah Swt. Allah Swt. berfirman:
(ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (55) وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (56

Artinya : “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-A’râf [7]: 55-56)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah [2]: 186)
Ayat diatas menyerukan kepada kita agar selalu berdo’a dan selalu mengingat Allah didalam segala aktifitas kita, agar Do’a kita dikabulkan oleh Allah maka patuhi apa-apa yang diperintah oleh Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’a kita.
Dan jika ada orang yang tidak pernah berdoa, sesungguhnya ini wujud dari sebuah kesombongan bahwa ia tidak membutuhkan Allah Swt. Terhadap orang yang tidak pernah berdoa, Allah justru murka kepadanya.

Beliau juga menyampaiakan agar kita senantiasa mendo’akan untuk kedua orang tua kita, karena perjuangan kedua orang tua kita semenjak masa awal kehamilan hingga lahir sungguh luar biasa. Ibarat perang, Ibu kita terus berjuang selama 9 bulan mengandung dan menghadapi prosesi kelahiran dengan taruhan hidup dan mati demi sang anak tercinta. ketika lahir ke dunia, kedua orang tua kita mencari nafkah,tak peduli capek, sulit, hujan, panas, dingin dan segala kondisi alam apapun, semua di laluinya demi kesuksesan antum semuanya. kedua orang tua kita berjuang dan berkorban segala hal demi antum semuanya. Sungguh mulia kedua orang tua kita karena tanpa pamrih sedikitpun atas semua jerih payah dan usahanya demi membahagiakan kita

Kini, setelah kita dewasa, apa jasa dan perjuangan kita untuk mereka? yang pasti mereka tak butuh pengembalian materi yang sudah mereka keluarkan sejak kita lahir. Mereka hanya butuh doa agar mereka bisa senantiasa sehat, dijauhkan dari semua penyakit, diberi kemudahan dalam segala hal, diberi pintu rejeki seluas-luasnya dan diberi keberkahan selalu. dan mendo’akan kedua orang tua kita merupakan salah satu jalan menuju kesuksesan kita.

Selain itu Beliau juga mengingatkan kepada kita semua, untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita, sedikit ataupun banyak apapun yang kita dapat kan harus tetap kita syukuri, Untuk dapat bersyukur dengan baik, maka perlu mengetahui bahwa karunia Allah S.W.T tidak hanya bersifat materi saja, namun mencakup banyak hal, misalnya kesehatan, kekayaan, keahlian, kesempatan, kemampuan intelektual dan lain sebagainya. Bahkan nikmat terbesar yang telah diberikan Allah SWT adalah hidup dalam keadaan islam dan beriman.
Allah berfirman :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)
Sebagai mahasiswa adalah harus terus meningkatkan ibadah, berdo’a serta belajar dengan sungguh-sungguh dan buanglah jauh sifat MALAS, karna sifat MALAS akan membawa dampak yang negatif pada diri kita, Malas bisa menyerang siapa saja dan kapan serta dimana saja, Wujudnya bisa bermacam-macam, misalkan menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dan selalu mencari alasan-alasan pembenaran. Tentu saja, sikap seperti itu merupakan perilaku negatif yang sangat merugikan, baik untuk masa kini lebih-lebih masa depan.

Beliau juga menyampaikan: Kesuksesan tidak dapat dicapai dengan kemalasan oleh karenanya kita harus terus bergerak berkatifitas (al-harokatu fil barokati) perangi perangi dan perangi sifat malas yang ada pada diri kalian, dan hendaklah kalian mempunyai target-target untuk mencapi kesuksesan yang kalian mimpikan, jangan sampai mimpi kalian hanya mimpi yang tidak menjadi nyata, bermimpilah sebesar mungkin setinggi mungkin setiap kalian berhak bermimpi dan mewujudkan mimpi kalian itu. Tunjukan bahwa kalian bisa dan kalian adalah kebanggan keluarga. Jadikanlah hari-hari menjadi hari terbaik.

من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل أمسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون

Konon, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, RA pernah mengungkapkan: “Barangsiapa hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung. Barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia adalah orang yang merugi. Dan barang siapa hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, maka ia adalah orang yang terlaknat.”

Maka, jika ada orang muslim yang hari ini sama saja dengan hari kemarin, ia termasuk orang yang merugi. Karena harusnya bisa lebih baik, sebagaimana diwasiatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA tadi. Jika sama saja berarti tidak ada kemajuan, statis dan sama saja dengan tidak ada pergerakan. Berubahlah lebih baik lagi dari hari-hari sebelumnya, tidak ada perubahan dan tidak merubah diri, adalah orang-orang yang merugi, berusaha mendapat yang terbaik. Sebgai penutup beliau berpesan teruslah untuk berdo’a, mendo’akan dan minta do’a, dengan yakin seyakin yakinya, jangan pernah bosan untuk menjadi pribadi yang baik, perbaiki Sholatmu (menjaga Shalat) Insya Allah segala aktifitasmu menjadikan baik.